1 hari sudah pesta demokrasi di negeri tercinta ini berlalu, perhitungan suara masih terus dilakukan baik itu quick count dari lembaga survei maupun dari pihak KPU sendiri. hasil sementara sudah terlihat, ada satu calon yang melejit meninggalkan lawan-lawannya. dari sisi ini banyak polemik yang muncul, dari mulai kecurangan dalam pemilu, kurang sosialisasi mengenai menggunaan KTP dsb. sungguh naif dan sombong kalau kita nyatakan bahwa pemilu 2009 ini berjalan dengan baik, dan naif dan sombong pula kalau kita nyatakan bahwa pemilu 2009 ini tidak ada kecurangan-kecurangan dan kelemahannya. tapi dari semua wacana tersebut ada secerah harapan dengan dibekali hati dan jiwa yang besar, salah satu calon presiden yaitu Bapak Moh. Jusuf Kalla semalam menelepon kandidat lain yaitu Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dengan memberikan selamat atas keberhasilan Bapak SBY walaupun masih sementara, dan mari kita tuntaskan tugas kita bersama selaku presiden dan wakil presiden sampai masa bakti yaitu Oktober 2009. ini merupakan sikap yang mesti dicontoh oleh pihak lain bahwa setiap kompetisi ada pemenang dan ada yang kalah. sikap yang diperlihatkan oleh Bapak JK adalah sikap dan jiwa yang besar sebagai Bapak Bangsa dan negarawan, beliau mengutamakan kepentingan Negara ini dari pada kepentingan diri sendiri. masih banyak jalan untuk berbuat yang terbaik untuk Indonesia tercinta ini, semoga Indonesia semakin maju dengan belajar dan terus belajar ....
Jumat, 10 Juli 2009
1 hari sudah pesta demokrasi di negeri tercinta ini berlalu, perhitungan suara masih terus dilakukan baik itu quick count dari lembaga survei maupun dari pihak KPU sendiri. hasil sementara sudah terlihat, ada satu calon yang melejit meninggalkan lawan-lawannya. dari sisi ini banyak polemik yang muncul, dari mulai kecurangan dalam pemilu, kurang sosialisasi mengenai menggunaan KTP dsb. sungguh naif dan sombong kalau kita nyatakan bahwa pemilu 2009 ini berjalan dengan baik, dan naif dan sombong pula kalau kita nyatakan bahwa pemilu 2009 ini tidak ada kecurangan-kecurangan dan kelemahannya. tapi dari semua wacana tersebut ada secerah harapan dengan dibekali hati dan jiwa yang besar, salah satu calon presiden yaitu Bapak Moh. Jusuf Kalla semalam menelepon kandidat lain yaitu Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dengan memberikan selamat atas keberhasilan Bapak SBY walaupun masih sementara, dan mari kita tuntaskan tugas kita bersama selaku presiden dan wakil presiden sampai masa bakti yaitu Oktober 2009. ini merupakan sikap yang mesti dicontoh oleh pihak lain bahwa setiap kompetisi ada pemenang dan ada yang kalah. sikap yang diperlihatkan oleh Bapak JK adalah sikap dan jiwa yang besar sebagai Bapak Bangsa dan negarawan, beliau mengutamakan kepentingan Negara ini dari pada kepentingan diri sendiri. masih banyak jalan untuk berbuat yang terbaik untuk Indonesia tercinta ini, semoga Indonesia semakin maju dengan belajar dan terus belajar ....
Jumat, 12 Juni 2009
Kelulusan SMK Negeri 38 Jakarta
Pengumuman kelulusan SMK Negeri 38 Jakarta :
http://kelulusan38.wordpress.com
http://kelulusan38.wordpress.com
Rabu, 27 Mei 2009
Indonesia masih ada
Di sela-sela amburadulnya wajah Indonesia, pada saat ini ada kabar yang membuat wajah Indonesia sedikit tersenyum. Di Georgia putra terbaik Indonesia menyabet 4 medali dalam ajang Young Inventor Project Olympiad (IYIPO) pada tanggal 14-16 Mei 2009, mereka adalah :
1. Ridho Assidicky (Sragen Boarding Bilingual School) mendali emas dalam kategori biologi
2. Putut dan Huda (SMA Semesta Semarang) untuk kategori biologi mendali perak
3. Muhammad Royan (Sragen Boarding Bilingual School) mendali perak kategori matematika
4. Rahmat Hidayah (SMA Pribadi Depok School) mendali perak kategori matematika
5. Muhammad Masruh Baldawi ( SMP Negeri 2 Watumalang, wonosobo) mendali perak
kategori fisika
Satu pertanyaan yang mungkin dialamatkan untuk pemerintah di negeri kita yang tercinta ini, akan di kemanakan mereka yang sangat berprestasi dan berpotensi ini. Apakah kita tidak mau mencetak Bill Gate Indonesia, Sergey Mikhailovich Brin dan Lawrence Edward “Larry” Page (Google), Mark Zuckerberg (facebook) bahkan mencetak Habibie-Habibie baru. Akankan mereka lepas ”lagi” ke negeri orang dan diolah disana, sampai-sampai negeri itu yang menikmatinya kelak.
Indonesia sebenarnya tidak kalah dengan Negara lain … kalau mau menggalinya dengan benar dan tepat.
Selasa, 21 April 2009
RA. Kartini
21 April diperingati sebagai hari Kartini atau hari emansipasi wanita yang diambil dari lahirnya RA. Kartini yang konon memperjuangkan nasib para wanita dengan bukunya yang terkenal “habis gelap terbitlah terang”.
Para saat sekarang ini wanita-wanita berlomba-lomba menjadi Kartini-Kartini baru, mereka dengan semangat meningkatkan karir, memperjuangkan status dan lain-lain demi disejajarkan dengan pria.
Dalam hal tersebut mungkin ada wanita yang berjalan benar dengan arti emansipasi yang sebenarnya yaitu tanpa mengesampingkan kodratnya sebagai wanita dan banyak pula wanita yang dengan lantangnya berbicara emansipasi sehingga kebablasan serta ada pula wanita yang pasrah dengan kodratnya.
Ada pengalaman menarik ketika saya sedang berangkat kerja naik Kereta Api Listrik (KRL), kita tahu sendiri bagaimana kondisi KRL di Jakarta apalagi pada jam-jam sibuk : padat, sesat, sumpek. Ketika saya dan teman-teman saya asyik duduk di KRL dari stasiun lain naik sekumpulan wanita kira-kira 6 orang, semuanya masih muda-muda, mereka asyik mengobrol, kebetulan mereka sedang membicarakan tentang peringatan hari kartini di sekolah adiknya, mereka asyik membicarakan tentang emansipasi yang intinya mereka sependapat bahwa mereka layak sejajar dengan pria. Setelah agak lama seseorang dari mereka berkata ”uuuhhh gak ada yang mau ngalah yaaaa sama wanita ??” dengan rawut mukanya cemberut, yang lain dengan kompak menjawab ”iya nih”.
Mendengar hal tersebut teman saya langsung dengan spontan menjawab ”katanya emansipasi wanita, kalau kalian mau disejajarkan dengan pria, yaa harus mau donk menggantikan peranan pria yaitu berdiri di atas KRL, sementara kami yang duduk, emang enak emansipasi”.
Terjadi perdebatan sengit antara teman saya dengan wanita-wanita tersebut, mereka mempertahankan argumen mereka masing-masing.
Kalau saya pribadi yang harus diperdebatkan adalah : ”dasar apa pemerintah menetapkan RA. Kartini sebagai pahlawan emansipasi wanita??”. sejenak kita menengok para pahlawan wanita yang sangat gigih berjuang demi negeri ini tanpa embel-embel mensejajarkan diri dengan pria, mereka berjuang ya berjuang tanpa pamrih disejajarkan dengan pria. Kita mengenai Nyut Nyak Dien dari Aceh, RA Dewi Sartika yang nota banenya berjuang juga terhadap kaum wanita, Cristina Martha Tiahahu dari Maluku bahkan Ibu Muslimah dari Belitong (Laskar Pelangi) yang mengorbankan segala sekampuannya untuk mencerdaskan anak bangsa.
Tanpa memandang remeh perjuangan dan rasa hormat saya pada RA Kartini
Tulisan ini mungkin hanya kebodohan saya saja.
Para saat sekarang ini wanita-wanita berlomba-lomba menjadi Kartini-Kartini baru, mereka dengan semangat meningkatkan karir, memperjuangkan status dan lain-lain demi disejajarkan dengan pria.
Dalam hal tersebut mungkin ada wanita yang berjalan benar dengan arti emansipasi yang sebenarnya yaitu tanpa mengesampingkan kodratnya sebagai wanita dan banyak pula wanita yang dengan lantangnya berbicara emansipasi sehingga kebablasan serta ada pula wanita yang pasrah dengan kodratnya.
Ada pengalaman menarik ketika saya sedang berangkat kerja naik Kereta Api Listrik (KRL), kita tahu sendiri bagaimana kondisi KRL di Jakarta apalagi pada jam-jam sibuk : padat, sesat, sumpek. Ketika saya dan teman-teman saya asyik duduk di KRL dari stasiun lain naik sekumpulan wanita kira-kira 6 orang, semuanya masih muda-muda, mereka asyik mengobrol, kebetulan mereka sedang membicarakan tentang peringatan hari kartini di sekolah adiknya, mereka asyik membicarakan tentang emansipasi yang intinya mereka sependapat bahwa mereka layak sejajar dengan pria. Setelah agak lama seseorang dari mereka berkata ”uuuhhh gak ada yang mau ngalah yaaaa sama wanita ??” dengan rawut mukanya cemberut, yang lain dengan kompak menjawab ”iya nih”.
Mendengar hal tersebut teman saya langsung dengan spontan menjawab ”katanya emansipasi wanita, kalau kalian mau disejajarkan dengan pria, yaa harus mau donk menggantikan peranan pria yaitu berdiri di atas KRL, sementara kami yang duduk, emang enak emansipasi”.
Terjadi perdebatan sengit antara teman saya dengan wanita-wanita tersebut, mereka mempertahankan argumen mereka masing-masing.
Kalau saya pribadi yang harus diperdebatkan adalah : ”dasar apa pemerintah menetapkan RA. Kartini sebagai pahlawan emansipasi wanita??”. sejenak kita menengok para pahlawan wanita yang sangat gigih berjuang demi negeri ini tanpa embel-embel mensejajarkan diri dengan pria, mereka berjuang ya berjuang tanpa pamrih disejajarkan dengan pria. Kita mengenai Nyut Nyak Dien dari Aceh, RA Dewi Sartika yang nota banenya berjuang juga terhadap kaum wanita, Cristina Martha Tiahahu dari Maluku bahkan Ibu Muslimah dari Belitong (Laskar Pelangi) yang mengorbankan segala sekampuannya untuk mencerdaskan anak bangsa.
Tanpa memandang remeh perjuangan dan rasa hormat saya pada RA Kartini
Tulisan ini mungkin hanya kebodohan saya saja.
Senin, 13 April 2009
In Memoriam 9 April 2009

Akhirnya berakhir sudah satu tahap pesta demokrasi di negeri tercinta ini. Dengan segala polemik dan permasalahan yang berkembang baik itu sebelum dan sesudah pelaksanaannya. Kalau dari sudut pemilih terletak minimnya sosialisasi Pemerintah ke masyarakat, sehingga pemilih terutama yang usia lanjut dan (maaf) pendidikannya tidak memadai, tidak mengerti benar tentang tata cara mencontreng. Hal ini terlihat pada saat hari mencontrengan khususnya di TPS kami bekerja yaitu TPS 016 RW 04 Kelurahan Malaka Jaya, pada pemilihan DPD banyak yang tidak tahu bahwa calon DPD tersebut adalah calon non partai. Mereka mengira bahwa Calon yang bernomor 31 itu adalah calon dari salah satu kontestan pemilu, maka mereka berbondong-bondong mencontreng caleg bernomor 31 tersebut karena sudah terlanjur suka dengan nomor 31 tersebut, padahal mereka tidak tahu siapa caleg nomor 31 tersebut, walhasil Caleg yang tidak diperkirakan tersebut di wilayah RW kami suaranya melanbung jauh meninggalkan lawan-lawannya.

Kalau dari sudut TPS dan KPPS, para anggotanya kebanyakan tidak membaca dengan teliti buku pintar yang diberikan KPUD kepada KPPS. Banyak KPPS yang salah menghitung suara misalnya jika ada pemilih mencontreng caleg dan partai sekaligus, seharusnya nilai suara diberikan kepada caleg yang bersangkutan, tetapi banyak nilai suara diberikan kepada partai dan calegnya, sehingga suara yang sah dari pemilih banyak mengelembung. Dalam menulisan berita acara, hal ini juga memakan waktu jika tidak teliti, seharusnya berita acara dibuat berdasarkan saksi yang hadir, tidak ditulis berdasarkan berita acara yang diberikan KPU. KPU memberikan 44 bendel berita acara sebanyak parpol yang setiap bendel berisi 25 lembar, dan 44 bendel berita acara lagi untuk para saksi berisi 25 lembar juga.
Untuk bilik suara, karena untuk mengejar waktu para KPPS membuat bilik suara baru dengan menggunakan alat sekadarnya seperti kardus hingga triplek bekas, hal ini dikarenakan bilik dari KPU hanya 4 buah. Dari semua permasalahan tersebut kita hanya berharap supaya kinerja KPU lebih ditingkatkan supaya hal-hal yang tidak pantas menjadi lebih pantas.


Jumat, 03 April 2009
Kita sangat rindu akan gelar dalam sebuah turtamen internasional, baik itu tingkat ASEAN, Asian maupun yang lainnya. Hal ini membuat bangsa ini berfikir bagaimana merealisasikan hal ini. Pihak yang berwenang yaitu PSSI baru-baru melontarkan sebuah keinginan membujuk dan menaturalisasi beberapa pemain keturunan Indonesia dari berbagai negara dan pemain asing di Liga Indonesia yang sangat ingin membela negeri tercinta ini untuk meningkatkan prestasi sepakbola kita.Mau tidak mau kitapun ikut berfikir maukah mereka dibujuk, dan dapatkah pemain asing itu dinaturalisasikan, kalu memang ”ya” pertanyaan yang timbul adalah : apakah benar skill dan intelektualitas pemain tersebut memang memadai sehingga dapat membantu mengangkat prestasi negeri ini ?
Kalau dilihat, diamati dan mendengarkan beberapa komentar dari beberapa orang yang berkompeten dibidang teknik sepakbola negeri ini ”mereka yang keturunan Indonesia di luar negeri tidak ada bedanya dengan pemain lokal lainnya dan kita tidak pernah melihatnya bermain, lain hal dengan pemain asing yang bermain di liga Indonesia yang memang sudah terbaca skillnya”.
”kami takut dengan naturalisasi tersebut akan mematikan talenta-talenta dari negeri ini yang sebenarnya sangat besar seperti kita lihat talenta dari Papua yang mampu menunjukkan skill orang Eropa, yang kita lakukan sekarang bagaimana membina dan memaksimalkan telenta-talenta dari negeri ini dengan benar dan tepat, yang kurang dari mereka adalah ”INTELEKTUALITAS”, karena dari segi pendidikan hanya jebolan SMA”, Ketua Pengda PSSI Jatim, Hanuna Sumitro.
Ya dari semua masalah tersebut kita harus berfikir bijaksana, kita hanya mau yang terbaik untuk sepakbola negeri ini, kita akui pihak PSSI sedang bekerja keras memajukan sepak bola kita, baik dari beberapa segi termasuk naturalisasi pemain. Kita harus dan layak memcobanya, siapa tahu hal ini akan berhasil tetapi memang tidak ada keistimewaan dari mereka untuk jadi tim inti maupun dari hal-hal lainnya semua harus ada penyaringan yang transparan.
Jumat, 20 Maret 2009
Fenomena Pesta Demokrasi
Tak terasa 5 tahun sudah berjalan, pesta demokrasi yang 5 tahun sekali akan segera dilaksanakan kembali pada tanggal 9 April 2009. Ada fenomena Pesta Demokrasi di Negeri ini yang membuat saya gelisah :
- Caleg yang melarat akan berlomba-loba memperkaya diri
- Caleg yang kaya akan memperkaya diri lagi
- Caleg dari artis yang notabanenya "tidak terkenal lagi", tidak terpakai lagi", "kalah bersaing dengan yang muda" yang mungkin punya pola pikir : "die bisa, kenape gue kaga bisa ???", "ape bedanye gue ame die ???".
Para partai politik tidak lagi menyaring dengan benar calonnya dari berbagai kalangan, yang terpenting Partainya terkenal karena seseorang.
Mengumbar titel dan ijazah, yang lagi ngetren di saat pemilu ini adalah titel (maaf) : Haji dan Hajjah padahal kita gak tau kapan pergi Hajinya.
Mudah-mudahan rakyat Indonesia lebih Bijaksana dan berfikir sehat dan mudah-mudahan ini hanya pikiran "gila" saya saja.
Konsleting Listrik
Pagi ini memang begitu cerah, ceria dan penuh canda. Keluarga besar SMK Negeri 38 melakukan rutinitas hari Jum'at seperti biasa : melakukan jalan sehat mengitari kelurahan Gambir dan sebagian yang terlambat dan tidak mengenakan baju Olah Raga diberi tugas membersihkan sekolah. Setelah siswa kembali dari jalan sehat, seperti biasa pula Pak Kusdiyono dengan santainya dan bergaya seperti penyiar radio mengumandangkan lagu-lagu hasil dari request siswa. Sambil menghilangkan keletihan dan menyantap menu sehat perbaikan gizi yang dibagikan oleh dewan guru, mereka asyik bersama-sama bernyanyi lagu yang telah di requestkan kepada Pak Kusdiyono.
Tiba-tiba dari kelas paling ujung, para siswa berhamburan keluar ada yang berteriak kebakaran, kami bergegas menuju kearah gaduh tersebut, memang benar ada kabel yang terbakar bahkan hingga terputus. Pak Kus yang semestinya tiap Jum'at menjadi penyiar radio, tiba-tiba beralih fungsi menjadi mekanik listrik, saya dan Pak Aid Sasmita hanya membantu saja (SMK Negeri 38 hanya punya guru laki-laki 3 + Kasubag TU).
Karena sesigapan para laki-laki (he he he) akhirnya listrik bisa dihidupkan kembali, dan seperti biasa pula ada kritik dan saran dari para Dewan Guru mengutarakan : "coba di ganti kabelnya yang sudah tua"...."Tambah daya donk dan panggil orang PLN yang lebih ahli" .... " Instalasi ulang aja".
Menjembatani pihak Manajemen Sekolah, SMK Negeri 38 Jakarta sudah berupaya memecahkan masalah yang kecil ini tapi kemungkinan besar akan menimbulkan bahaya yang sangat besar, dengan mengkonfirmasi pihak PLN : tentang biaya instalasi ulang, dan ternyata satu titik listrik itu dikenakan biaya kurang lebih Rp. 180.000,-, dan kalo kita berandai-andai kita memerlukan titik listrik sebanyak 100 titik jadi total nya adalah Rp. 18.000.000,- dan biaya lainnya hampir Rp. 50.000.000 juta, dengan kirasan harga sedemikian besar SMK Negeri 38 tidak sanggup dan jika mengirit dengan dengan menambah daya itu akan beresiko besar dikarenakan kabel dan peralatan lainnya tidak mumpuni lagi.
Walhasil kita hanya berdoa dan berhati-hati jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, sambil mencari dukungan dari Dinas Dikmenti atau Pemda DKI Jakarta bagaimana caranya memcahkan masalah ini atau "kami bertanya ada gak dana bantuan untuk instalasi ulang listrik ???"
Rabu, 18 Februari 2009
Masihkah anda komplain ???
Jika anda mengira bahwa anda tidak bahagia ???
Lihatlah mereka ...

Jika anda mengira bahwa penghasilan anda tidak mencukupi ???
Lihatlah dia ...

Jika anda berfikir tidak banyak teman ???

Jika anda merasa putus asa, pikirkan orantua ini ...

Jika anda berfikir apa yang tidak mungkin dihidupmu ???
Lihatlah yang mungkin dia lakukan ...

Jika anda komplain pada sistem transportasi ???
Bagaimana dengan mereka ???

If Your Society is unfair to you, How about her ??




Janukuki, S. Kom
Lihatlah mereka ...

Jika anda mengira bahwa penghasilan anda tidak mencukupi ???
Lihatlah dia ...

Jika anda berfikir tidak banyak teman ???

Jika anda merasa putus asa, pikirkan orantua ini ...

Jika anda berfikir apa yang tidak mungkin dihidupmu ???
Lihatlah yang mungkin dia lakukan ...

Jika anda komplain pada sistem transportasi ???
Bagaimana dengan mereka ???

If Your Society is unfair to you, How about her ??




Janukuki, S. Kom
Jumat, 26 Desember 2008
Ketika Tuhan Menciptakan Para Ibu
Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya. Kini giliran diciptakanlah para ibu.
Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut: "Tuhan, banyak nian waktu yg Tuhan habiskan untuk menciptakan ibu ini?"

Tuhan menjawab pelan: "Tidakkah kau lihat perincian yang harus dikerjakan? Ibu ini harus waterproof (tahan air / cuci) tapi bukan dari plastik. Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capai. Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya. Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan anak-anaknya.
Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan dan menyejukan hati anaknya. Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan Enam pasang tangan!!
Malaikat itu menggeleng-gelengkan kepalanya "Enam pasang tangan.... ? Tsk… tsk… tsk" "Tentu saja! Bukan tangan yang merepotkan Saya, melainkan tangan yang melayani sana sini, mengatur segalanya menjadi lebih baik...." balas Tuhan.
Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang ibu. "Bagaimana modelnya?" Malaikat semakin heran.
Tuhan mengangguk- angguk. "Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya: "Apa yang sedang kau lakukan di dalam situ?"
Padahal sepasang mata itu sudah mengetahui jawabannya. "Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya, sehingga ia bisa melihat ke belakang tanpa menoleh.
Artinya, ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat dan sepasang mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui kekeliruannya.
Mata itu harus bisa bicara! Mata itu harus berkata: "Saya mengerti dan saya sayang padamu". Meskipun tidak diucapkan sepatah kata pun.
"Tuhan", kata malaikat itu lagi, "Istirahatlah" "Saya tidak dapat, Saya sudah hampir selesai" Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit. Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan satu setengah ons daging.
Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi.... Akhirnya Malaikat membalik balikkan contoh Ibu dengan perlahan. "Terlalu lunak", katanya memberi komentar "Tapi kuat", kata Tuhan bersemangat. "Tak akan kau bayangkan betapa banyaknya yang bisa ia tanggung, pikul dan derita. "Apakah ia dapat berpikir?" tanya malaikat lagi.
"Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, ide dan berkompromi", kata Sang Pencipta.
Akhirnya Malaikat menyentuh sesuatu dipipi. "Eh, ada kebocoran disini" "Itu bukan kebocoran", kata Tuhan. "Itu adalah air mata.... air mata kesenangan, air mata kesedihan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan, air mata kesepian, air mata kebanggaan, airmata...., airmata...."
akhirnya Malaikat itu menangis, terharu mendengar itu dan lalu berkata :
"...kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi, tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia...."
kutipan dari sahabat JANUKUKI, S. Si
Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut: "Tuhan, banyak nian waktu yg Tuhan habiskan untuk menciptakan ibu ini?"

Tuhan menjawab pelan: "Tidakkah kau lihat perincian yang harus dikerjakan? Ibu ini harus waterproof (tahan air / cuci) tapi bukan dari plastik. Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capai. Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya. Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan anak-anaknya.
Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan dan menyejukan hati anaknya. Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan Enam pasang tangan!!
Malaikat itu menggeleng-gelengkan kepalanya "Enam pasang tangan.... ? Tsk… tsk… tsk" "Tentu saja! Bukan tangan yang merepotkan Saya, melainkan tangan yang melayani sana sini, mengatur segalanya menjadi lebih baik...." balas Tuhan.
Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang ibu. "Bagaimana modelnya?" Malaikat semakin heran.

Tuhan mengangguk- angguk. "Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya: "Apa yang sedang kau lakukan di dalam situ?"
Padahal sepasang mata itu sudah mengetahui jawabannya. "Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya, sehingga ia bisa melihat ke belakang tanpa menoleh.
Artinya, ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat dan sepasang mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui kekeliruannya.
Mata itu harus bisa bicara! Mata itu harus berkata: "Saya mengerti dan saya sayang padamu". Meskipun tidak diucapkan sepatah kata pun.
"Tuhan", kata malaikat itu lagi, "Istirahatlah" "Saya tidak dapat, Saya sudah hampir selesai" Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit. Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan satu setengah ons daging.
Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi.... Akhirnya Malaikat membalik balikkan contoh Ibu dengan perlahan. "Terlalu lunak", katanya memberi komentar "Tapi kuat", kata Tuhan bersemangat. "Tak akan kau bayangkan betapa banyaknya yang bisa ia tanggung, pikul dan derita. "Apakah ia dapat berpikir?" tanya malaikat lagi.
"Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, ide dan berkompromi", kata Sang Pencipta.
Akhirnya Malaikat menyentuh sesuatu dipipi. "Eh, ada kebocoran disini" "Itu bukan kebocoran", kata Tuhan. "Itu adalah air mata.... air mata kesenangan, air mata kesedihan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan, air mata kesepian, air mata kebanggaan, airmata...., airmata...."
akhirnya Malaikat itu menangis, terharu mendengar itu dan lalu berkata :
"...kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi, tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia...."
kutipan dari sahabat JANUKUKI, S. Si
Langgan:
Entri (Atom)

